logo
  • PEMANENAN HASIL HUTAN

PEMANENAN HASIL HUTAN

In stock
2
Harga Buku Rp. 68.000
Harga EBook Rp. 49.000
  • Pengarang : Galit Gatut Prakosa
  • Kategori : Pertanian Peternakan
  • ISBN : 978-979-796-743-7
  • e-ISBN : 978-979-796-744-4
  • Tahun Terbit : 2022
  • Halaman : 101
  • Cetakan : Pertama
  • Ukuran : 16 x 23 cm
  • Berat : o,7

Pemanenan merupakan serangkaian kegiatan untuk memindahkan kayu dari hutan ke tempat penggunaan atau pengolahan. Maka dari itu, pemanenan hasil hutan merupakan usaha pemanfaatan kayu dengan mengubah tegakan pohon berdiri menjadi sortimen kayu bulat dan mengeluarkannya dari hutan untuk dimanfaatkan sesuai peruntukkannya. Tujuan dilakukan pemanenan hutan adalah untuk meningkatkan nilai hutan, mendapatkan produk hasil hutan yang dibutuhkan masyarakat serta memberi kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitar hutan. Proses pemanenan kayu terdiri dari beberapa kegiatan yang masing-masing merupakan satu tahap dalam proses produksi. Adapun unsur-unsur dasarnya adalah: Operasi tunggak (stump operation); Penyaradan; Pemuatan (loading); Angkutan utama, yaitu pengangkutan dari landing ke tempat tujuan; dan Pembongkaran.

Berbicara mengenai pemanenan hasil hutan tidak jauh dari proses rehabilitasi hutan dan lahan. Rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) merupakan upaya untuk memulihkan, mempertahankan, dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan. Pengelolaan hutan di Indonesia saat ini berada pada situasi yang memprihatinkan karena laju rehabilitasi hutan tidak mampu mengimbangi laju degradasi. Di sisi lain bangsa Indonesia masih memiliki ketergantungan pembangunan terhadap fungsi dan peran hutan, baik dalam mendukung produksi kayu, pangan, pembangunan infrastruktur, dan kegiatan pertambangan sebagai pendukung tekanan di masa depan. Ancaman yang paling besar terhadap hutan alam di Indonesia adalah penebangan liar, alih fungsi hutan menjadi ladang atau perkebunan, kebakaran hutan dan eksploitasi hutan secara tidak lestari baik untuk pengembangan pemukiman, industri, maupun akibat perambahan hutan. Kerusakan hutan yang semakin parah menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem hutan dan lingkungan disekitarnya.

Rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) dilakukan melalui 2 (dua) cara yaitu penerapan teknik konversi tanah dan kegiatan penanaman RHL. Salah satu kegiatan dalam penanaman RHL yaitu penghijauan, yang dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan fungsi perlindungan tata air dan pencegahan bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan/atau untuk meningkatkan produktivitas lahan. Salah satu kegiatan dalam penghijauan tersebut adalah pembangunan hutan rakyat. Penanaman pohon dalam proyek rehabilitasi menghasilkan beragam jenis produk dengan sebagian besar proyek menghasilkan lebih dari satu produk, seperti kayu, buah-buahan, kayu bakar dan tanaman pangan atau sayur-sayuran sebagai tanaman tumpangsari.

PRAKATA                                                                                              v

DAFTAR ISI                                                                                         vii

Bab I        PENDAHULUAN                                                                  1

  1. Pengertian Pemanenan Hasil Hutan                   1
  2. Perkembangan Industri Pengolahan Kayu                     2
  3. Keadaan Hutan di Indonesia                  4
  4. Berkurangnya Cadangan Kayu               5
  5. Pengelolaan Hutan Produksi Lestari                  6

Bab II       SISTEM PEMANENAN HASIL HUTAN                             11

  1. Pengertian Sistem                        11
  2. Sistem Pemanenan Hasil Hutan             12
  3. Klasifikasi Sistem Pemanenan Kavu                   15

Bab III     PERENCANAAN PEMANENAN HASIL HUTAN            19

  1. Informasi yang harus Dikumpulkan                      19
  2. Kegiatan yang dapat Dilaksanakan                        20
  3. Faktor-faktor yang Berpengaruh terhadap Pemanenan  Hasil Hutan           22
  4. Perencanaan Peralatan Pemanenan                        23

Bab IV PEMBUKAAN WILAYAH HUTAN                                        25

  1. Kriteria dan Indikator Pembukaan Wilayah Hutan  27
  2. Bentuk-bentuk Kegiatan Pembukaan Wilayah Hutan           31

Bab V       PENEBANGAN POHON                                                     33

  1. Penandaan Pohon yang akan Ditebang             36
  2. Teknik Penebangan                     37
  3. Pembagian Batang                       43

Bab VI PENYARADAN                                                                        45

  1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemiliha Metode Penyaradan (Skidding)     46
  2. Bunching               47
  3. Skidding (Penyaradan)                 48
  4. Forwarding                        60

Bab VII PENGANGKUTAN HASIL HUTAN                                      71

  1. Pengangkutan                  71
  2. Pengangkutan Lewat Daratan                 73
  3. Pengangkutan Lewat Air                        83

Bab VIII PENGUKURAN VOLUME DAN PENETAPAN

       KUALITAS KAYU                                                                89

  1. Dasar-dasar Umum Pengukuran Kayu Bulat                 89
  2. Standar Satuan Isi (Volume)                    90
  3. Penetapan Isi Kayu bulat                         91
  4. Cara-cara Pengukuran                 92
  5. Tabel Isi Kayu Bulat                     92
  6. Penetapan Kualitas (Standard) Kayu Bulat (Grading)      93
  7. Cara Pengujian Kayu Jati                        95

DAFTAR PUSTAKA                                                                             97

INDEKS                                                                                                 99

TENTANG PENULIS                                                                          102

Informasi

Stay Connected