Monograf ini berawal dari suatu keprihatinan yang dituangkan ke dalam sebuah riset yang berujudul, Enhancing EFL students’ reading comprehension through Instagram: A quasi-experimental study, dan telah dipublikasikan ke dalam Journal of English Educators Society. Riset tersebut mendeskripsikan bahwa kemampuan membaca bahasa Inggris mahasiswa sekarang ini mengalami penurunan. Bukan karena kurang pintar, tetapi mereka kurang motivasi dan minat membaca. Alasan mereka cukup mengejutkan, “materi ajar reading comprehension yang mereka pelajari terasa membosankan dan tidak menggairahkan”. Tentu kondisi ini tidak boleh dibiarkan karena akan menurunkan prestasi akademik mereka. Penulis berkontemplasi dan menemukan sebuah ide tentang upaya meningkatkan keterampilan membaca mahasiswa melalui Instagram. Monograf ini dikonstruksi dengan pengalaman mengajar lebih dari 33 tahun sebagai dosen dan peneliti di perguruan tinggi swasta ternama di Indonesia, Universitas Muhammadiyah Malang. Di dalamnya membahas isu-isu populer terkait integrasi Instagram ke dalam materi ajar keterampilan membaca bahasa Inggris. Selama ini orang memandang Instagram sebagai platform untuk berbagi foto, video, reels, dan iklan saja, namun ada potensi besar di dalamnya yang bermanfaat. Potensi tersebut adalah kontenya mengandung cerita, gambar, foto, video dan lain-lain yang dapat dikemas menjadi bahan ajar. Buku ini membahas strategi memotivasi mahasiswa untuk tidak hanya melihat Instagram sebagai platform entertainment, tetapi juga belajar memahami teks di dalamnya yang menggugah curiosity mereka. Monograf ini diharapakan menjelma menjadi sebuah inspirator yang menginspirasi semua pendidik, pegiat pendidikan, dosen, guru, ustad, ustadzah, peneliti, mahasiswa, siswa/siswi dan masyarakat luas agar selalu membuka wawasan terhadap perkembangan teknologi seperti Instagram. Sebagai pendidik perlu senantiasa meningkatkan skill mengajar, tetapi yang lebih penting lagi adalah kemampuan mendesain bahan ajar agar pelajaran menjadi hidup, menggairahkan, dan menyenangkan. Hal ini dikarenakan keahlian mengajar dan merancang bahan ajar adalah inti dari proses pembelajaran agar mahasiswa yang diajar mampu meraih harapan hidupnya. Pendidik dan mahasiswa perlu bercermin kepada sebuah pantun berikut:
Berburu ke padang datar,
mendapat rusa belang kaki,
berguru kepalang ajar ,
bagai mahasiswa gagal meraih mimpi.
Pengantar v
Prakata ix
Daftar Isi xi
Bab 1 Pendahuluan 1
Bab 2 Keterampilan Membaca 7
A. Pentingnya Keterampilan Membaca 7
B. Faktor Minat dan Motivasi Membaca 12
C. Kesulitan Membaca pada Teks Berbahasa Inggris 16
D. Strategi Meningkatkan Keterampilan Membaca 20
Bab 3 Instagram sebagai Media Pendidikan 31
A. Instagram sebagai Media Sosial 31
B. Instagram sebagai Media Pembelajaran 39
C. Fitur-fitur Instagram yang Relevan untuk Pembelajaran 43
Bab 4 Integrasi Instagram ke dalam Pembelajaran Membaca 51
A. Implelementasi Instagram dalam Pembelajaran Membaca 51
B. Meningkatkan Keterampilan Membaca Melalui Instagram 56
Bab 5 Penutup dan Kesimpulan 63
Bab 6 Implikasi dan Rekomendasi 65
Daftar Pustaka 67
Glosarium 75
Indeks 81
Biografi Penulis 83