logo
  • MELAMPAUI MORALISME: ARSITEKTUR PENDIDIKAN ANTI-KORUPSI YANG TRANSFORMATIF DAN BERBASIS BUKTI

MELAMPAUI MORALISME: ARSITEKTUR PENDIDIKAN ANTI-KORUPSI YANG TRANSFORMATIF DAN BERBASIS BUKTI

In stock
0
Harga Buku Rp. 0
  • Penulis : Tawaja Ramzia Djangoan
  • Editor : -
  • Kategori : Pendidikan
  • ISBN :
  • e-ISBN :
  • Tahun Terbit : 2026
  • Halaman : 95
  • Cetakan : Pertama
  • Ukuran : 16 x 23 cm
  • Berat : 1000

Buku berjudul "Melampaui Moralisme: Arsitektur Pendidikan Anti-Korupsi yang Transformatif dan Berbasis Bukti" karya Dr. Tawaja Ramzia Djangoan, M.Si. (Universitas Dumoga Kotamobagu, 2026) menyajikan kritik tajam sekaligus solusi sistematis terhadap pendekatan pendidikan anti-korupsi (PAK) konvensional. Penulis berargumen bahwa PAK selama ini sering terjebak dalam indoktrinasi moralistik, ceramah normatif, dan kepatuhan administratif semu (symbolic compliance) yang gagal mengubah perilaku nyata. Oleh karena itu, buku ini menawarkan pergeseran paradigma dari pendekatan yang berfokus pada kegagalan karakter individu menuju pemahaman korupsi sebagai penyakit struktural dan sistemik. Korupsi tidak cukup diselesaikan hanya dengan pendekatan hukum, melainkan memerlukan infrastruktur pendidikan preventif jangka panjang yang dirancang secara ilmiah, terukur, dan berbasis bukti (evidence-based).

Secara teoretis, buku ini membangun fondasi epistemologis yang kokoh melalui sintesis multidisiplin, menggabungkan psikologi perkembangan moral (Kohlberg dan Rest), teori pembelajaran sosial (Bandura), teori institusional (Schein), dan pedagogi kritis (Freire dan Giroux). Dari sintesis ini, lahir Model Pendidikan Anti-Korupsi Berbasis Bukti atau Evidence-Based Integrity Education (EBIE). Model ini mengintegrasikan empat dimensi yang saling mengunci dalam sebuah siklus manajemen adaptif: dimensi kognitif untuk literasi data dan analisis sistemik korupsi; dimensi afektif untuk membangun empati struktural dan keberanian moral; dimensi behavioral untuk melatih keterampilan praktis seperti intervensi penonton (bystander intervention) dan pelaporan yang aman; serta dimensi institusional yang menyelaraskan kurikulum formal dengan hidden curriculum melalui tata kelola yang transparan, meritokratis, dan akuntabel.

Kerangka kerja ini selaras dengan mandat global seperti Pasal 13 UNCAC, panduan Integrity Education dari UNESCO (2021), dan Public Integrity Outlook dari OECD (2023), yang menekankan pendekatan sekolah menyeluruh (Whole-School Approach). Melalui studi komparatif lintas negara—mulai dari kurikulum etika terintegrasi di Finlandia, pendidikan berbasis nilai yang sentralistik di Singapura, hingga laboratorium transparansi partisipatif di Brasil—buku ini menyoroti bahwa intervensi kurikulum tunggal tidak akan efektif. Temuan empiris mutakhir yang dikutip menunjukkan bahwa pendekatan triadik, yang secara simultan mengintegrasikan kurikulum pedagogis, reformasi iklim institusional, dan pelibatan komunitas, terbukti mampu menurunkan tingkat toleransi terhadap praktik korupsi sebesar 22% hingga 31%. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa rekayasa sosial melalui pendidikan dapat memutus siklus normalisasi korupsi.

Dalam konteks implementasi di Indonesia, buku ini menguraikan urgensi sinkronisasi antara Grand Design PAK dari KPK dengan fleksibilitas Kurikulum Merdeka (khususnya melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), serta reformasi sistem akreditasi yang memasukkan indikator iklim integritas sebagai syarat mutlak, lengkap dengan mekanisme veto integritas. Penulis secara jujur membedah tantangan struktural yang menghambat di lapangan, seperti resistensi kultural (budaya patronase dan ewuh pakewuh), formalisme kepatuhan atau decoupling, fragmentasi anggaran, hingga politisasi narasi anti-korupsi yang memicu sinisme di kalangan generasi muda. Untuk menavigasi hambatan ini, diajukan strategi mitigasi adaptif yang meliputi penskalaan bertahap (pilot scaling), evaluasi dampak independen yang rigor (melampaui survei self-report yang bias), serta pembangunan public dashboard akuntabilitas untuk memastikan transparansi radikal dan pengawasan sosial yang konstruktif.

Menutup pembahasan, buku ini memproyeksikan agenda riset dan inovasi PAK untuk dekade 2026–2035, termasuk pemanfaatan pemantauan integritas berbasis kecerdasan buatan (AI-driven integrity monitoring), penerapan behavioral nudges dalam arsitektur pilihan institusi, dan validasi instrumen psikometrik lintas budaya untuk menghindari bias pengukuran Barat. Sebagai rekomendasi strategis, penulis menyerukan pembentukan Konsorsium Riset Pendidikan Integritas Nasional, penyediaan dataset akses terbuka, serta pelembagaan siklus umpan balik yang erat antara riset dan kebijakan (policy-research feedback loop). Pada akhirnya, karya ini bukan sekadar buku teks, melainkan sebuah manifesto akademis yang menegaskan bahwa memerangi korupsi melalui pendidikan adalah tindakan politik yang emansipatoris, yang hanya akan berhasil jika didukung oleh rigor ilmiah, keberanian institusional, dan kolaborasi multipihak yang berkelanjutan.

PERSEMBAHAN ...........................................................................................v
KATA PENGANTAR ....................................................................................vii
PRAKATA  .......................................................................................................ix
DAFTAR ISI  .................................................................................................xiii
BAB I PENDAHULUAN ...............................................................................1
BAB II KERANGKA TEORETIS PENDIDIKAN ANTI-KORUPSI ..........5
BAB III RINGKASAN STRUKTUR & POIN KUNCI ...............................21
BAB IV IMPLEMENTASI DAN TATA KELOLA ......................................39
BAB V EVALUASI DAMPAK DAN AGENDA 
RISET MASA DEPAN ...................................................................................53
PENUTUP .......................................................................................................65
DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................69
LAMPIRAN ....................................................................................................75
TENTANG PENULIS ...................................................................................81

Informasi

Stay Connected