Buku ini mengkaji pemikiran Abd al-Karim Bakkar tentang pendidikan keluarga Islam di era digital. Di tengah derasnya arus globalisasi dan penetrasi teknologi informasi, keluarga Muslim menghadapi tantangan serius berupa krisis identitas generasi muda, dominasi budaya asing, hilangnya tujuan hidup, disrupsi komunikasi dalam keluarga, serta pergeseran nilai sosial menuju budaya instan dan konsumtif. Melalui analisis sistematis, buku ini menyoroti solusi yang ditawarkan Bakkar untuk melepaskan diri dari dominasi materialisme konsumtif. Ia menekankan pentingnya kesadaran spiritual, budaya kesederhanaan, pendidikan moral sejak dini, pengembangan budaya membaca dan berpikir kritis, serta pendampingan orang tua dalam penggunaan teknologi secara positif. Selain itu, buku ini menegaskan peran sentral ayah dan ibu dalam pendidikan keluarga. Ibu dipandang sebagai pendidik utama dengan kasih sayang dan kesabaran, sementara ayah berfungsi sebagai pemimpin dan teladan dalam kejujuran, kerja keras, dan tanggung jawab. Sinergi keduanya menjadi kunci keberhasilan pendidikan keluarga, yang menurut Bakkar bukan sekadar tugas domestik, melainkan misi peradaban. Buku ini tidak hanya memperkaya teori pendidikan Islam kontemporer, tetapi juga memberikan rekomendasi praktis bagi keluarga Muslim, lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat. Keluarga ditegaskan sebagai benteng terakhir dalam menghadapi arus globalisasi sekaligus pusat pembinaan generasi yang berkarakter dan berakhlak.