Monograf ini berangkat dari kesadaran bahwa self-harm merupakan masalah kesehatan mental yang semakin menonjol pada remaja dan mahasiswa. Dengan menelusuri faktor penyebab, dampak, identifikasi dan asesmen, strategi pencegahan, hingga peran lintas sektor, kita memahami bahwa fenomena ini tidak bisa dipandang sebatas perilaku individual, melainkan sebagai cerminan dinamika psikologis, sosial, budaya, dan spiritual. Perspektif Indonesia memberikan warna unik dalam memahami self-harm, terutama melalui nilai kolektivitas, peran keluarga, serta kekuatan religiusitas sebagai faktor protektif. Dalam konteks keperawatan, pendekatan holistik yang mengintegrasikan ilmu, budaya, dan spiritualitas menjadi kunci dalam upaya pencegahan maupun intervensi. Harapannya, monograf ini dapat menjadi landasan ilmiah sekaligus praktis bagi tenaga kesehatan, dosen, mahasiswa, dan masyarakat luas dalam menghadapi self-harm secara bijaksana. Lebih jauh, karya ini diharapkan mendorong terciptanya kebijakan dan program yang lebih berpihak pada kesehatan mental generasi muda Indonesia, sehingga mereka mampu tumbuh dengan resiliensi, harapan, dan kualitas hidup yang lebih baik.
Kata Pengantar v
Prakata vii
Daftar Isi ix
Bab 1 Pendahuluan 1
Bab 2 Konsep Dasar Self-Harm 5
A. Definisi Self-harm dan Terminologi Terkait 5
B. Perbedaan Self-harm dengan Perilaku Bunuh Diri 6
C. Bentuk-Bentuk Self-harm 6
D. Klasifikasi Self-harm 8
E. Sejarah dan Perkembangan Konsep Self-harm 9
Bab 3 Epidemiologi Self-Harm 11
A. Prevalensi Global 11
B. Prevalensi di Indonesia 12
C. Distribusi berdasarkan Usia 12
D. Distribusi berdasarkan Gender 12
E. Self-harm pada Kelompok Rentan 13
F. Tren dan Faktor Sosial Budaya 13
Bab 4 Faktor Penyebab dan Teori 15
A. Pendahuluan 15
B. Faktor Psikologis 16
C. Faktor Biologis 17
D. Faktor Sosial 19
E. Teori-Teori yang Mendasari 21
F. Implikasi Teoretis dan Praktis 22
Bab 5 Dampak Self-Harm 25
A. Dampak Psikologis 25
B. Dampak Fisik 26
C. Dampak Sosial 27
D. Dampak Jangka Panjang 28
Bab 6 Identifikasi dan Asesmen 31
A. Tanda dan Gejala 31
B. Instrumen/Alat Ukur yang Digunakan 32
Bab 7 Intervensi dalam Pencegahan Dini dan Lanjutan 35
A. Pendahuluan 35
B. Pencegahan Dini 35
C. Pencegahan Lanjutan 36
D. Peran Tenaga Kesehatan, Guru/ dosen, dan Orang Tua dalam Deteksi Dini 37
E. Prinsip Intervensi Komprehensif 38
F. Strategi Pencegahan 39
Bab 8 Peran Lintas Sektor 41
A. Peran Tenaga Kesehatan 41
B. Peran Keluarga dan Dosen 42
C. Peran Lembaga Pendidikan 44
D. Peran Organisasi Masyarakat dan Media 45
Bab 9 Perspektif Budaya dan Spiritualitas 47
A. Self-harm dalam Konteks Budaya di Indonesia 47
B. Nilai-Nilai Agama/Spiritual sebagai Faktor Protektif 48
C. Pendekatan Keperawatan Holistik Berbasis Budaya dan Religiusitas 49
Bab 10 Studi Kasus 51
A. Kasus-Kasus Nyata (dianonimkan) 51
B. Analisis Faktor Penyebab 52
C. Strategi Intervensi yang Diterapkan 53
Bab 11 Rekomendasi dan Implikasi 59
A. Implikasi bagi Pendidikan, Kebijakan Kesehatan, dan Penelitian 59
B. Strategi Integratif untuk Kampus dan Sekolah 63
C. Arah Pengembangan Intervensi Berbasis Teknologi 64
D. Advokasi dan Kolaborasi Lintas Sektor 66
Daftar Pustaka 69
Glosarium 81
Biodata Singkat Penulis 87