Buku ini tidak hanya menawarkan perspektif teoretis tentang moderasi beragama, tetapi juga mengaitkannya dengan peran lembaga adat dalam menjaga keseimbangan antara nilai agama dan budaya lokal. Dalam berbagai masyarakat, lembaga adat memiliki otoritas moral dan sosial yang kuat, sehingga dapat menjadi mediator dalam membangun harmoni di tengah perbedaan. Struktur buku ini sangat sistematis, dimulai dengan pemaparan konsep kebhinekaan, moderasi beragama, dan pendidikan multikultural. Selanjutnya, buku ini menggali lebih dalam tentang karakteristik kerukunan umat beragama, dinamika konflik agama, serta interaksi antara nilai agama dan budaya. Bab-bab berikutnya memberikan wawasan tentang bagaimana lembaga adat dapat berfungsi sebagai agen moderasi, pola komunikasi yang terjalin antar komunitas, hingga studi kasus yang memperlihatkan praktik moderasi agama di Kabupaten Sambas. Kajian dalam buku ini tidak hanya penting bagi akademisi, tetapi juga bagi pemangku kebijakan, tokoh agama, serta pegiat sosial yang berupaya membangun masyarakat yang toleran dan inklusif. Dengan pendekatan yang berbasis riset dan pengalaman lapangan, buku ini mampu memberikan perspektif baru dalam memahami hubungan antara agama, budaya, dan lembaga sosial.
KATA PENGANTAR v
PRAKATA vii
DAFTAR ISI ix
BAB 1. PENDAHULUAN 1
BAB 2. MODERASI BERAGAMA 9
A. Moderasi Beragama 9
B. Moderasi dalam Pandangan Agama 23
C. Dimensi Moderasi Beragama 32
D. Prinsip Moderasi Beragama 39
E. Indikator Moderasi Beragama 41
F. Nilai-Nilai Moderasi Beragama 44
G. Fungsi Moderasi Beragama 48
BAB 3. PENDIDIKAN MULTIKULTURAL: INTERAKSI AGAMA DAN BUDAYA SEBAGAI WUJUD MODERASI BERAGAMA DALAM MASYARAKAT 51
A. Konsep Pendidikan Multikultural 51
B. Pendidikan Multikultural 54
C. Pengembangan Masyarakat Transisi Menuju Masyarakat Modern 65
D. Kebudayaan dalam Memahami Konflik dan Kekerasaan 75
BAB 4. KARAKTERISTIK KERUKUNAN UMAT BERAGAMA 81
A. Karakteristik 81
B. Unsur Kerukunan antar Umat Beragama 87
C. Pedoman Dasar Kerukunan antar Umat Beragama 90
BAB 5. KONFLIK AGAMA SEBAGAI REALITAS SOSIAL 95
A. Konflik 95
B. Konflik Umat Beragama sebagai Realitas Sosial 103
C. Kriteria dan Penyebab Konflik Keagamaan 104
D. Upaya-upaya Penyelesaian Konflik Agama 108
BAB 6. INTERAKSI NILAI AGAMA DAN BUDAYA 123
A. Hubungan Interaksi Nilai Agama dan Budaya 123
B. Pluralisme Agama dalam Pandangan Islam 129
C. Mediator dalam Konflik Agama 134
D. Mediasi dan Kedewasaan Keberagamaan Masyarakat 136
E. Signifikansi Mediasi bagi Penyelesaian Konflik Agama 142
F. Mediator Dalam Konflik Agama 153
G. Mediasi dan Kedewasaan Keberagamaan Masyarakat 156
BAB 7. LEMBAGA ADAT 163
A. Lembaga Adat 163
B. Tokoh Adat 169
C. Adat dalam Kebudayaan Melayu 173
D. Empat Kategori Adat Melayu 177
BAB 8. FUNGSI LEMBAGA ADAT DALAM MEWUJUDKAN MODERASI AGAMA 181
A. Lembaga Adat dalam Mewujudkan Moderasi Beragama 181
B. Sistem Sosial Lembaga Adat di Masyarakat 187
C. Nilai-nilai Adat Budaya Melayu 189
D. Proses Penyelesaian Permasalahan dalam Lembaga Adat 194
BAB 9. POLA KOMUNIKASI ANTAR LEMBAGA ADAT DAN UMAT BERAGAMA 199
BAB 10. PRAKTIK MODERASI AGAMA MASYARAKAT KABUPATEN SAMBAS 207
BAB 11. PENUTUP 291
DAFTAR PUSTAKA 295