Selama ini penulis jumpai sistematika materi metode penelitian, termasuk metode penelitian komunikasi, berkenaan konsep-konsep penting dalam metode penelitiannya, seperti “simpang siur”, baik dalam buku-buku pengajaran metode penelitian (komunikasi) maupun dalam laporan penelitian, termasuk laporan penelitian yang bermunculan di jurnal-jurnal ilmiah. Konsep-konsep yang penulis maksud adalah konsep “metode penelitian”, konsep “pendekatan penelitian” dan konsep “tipe/jenis penelitian”, diposisikan secara bermacam-macam. Konsep yang menurut penulis mestinya menyangkut “metode penelitian”, namun diposisikan sebagai “pendekatan penelitian”. Atau sebaliknya mestinya hal itu menyangkut “pendekatan penelitian”, namun di sana dikatakan sebagai “metode penelitian”. Begitu pula “tipe penelitian”, kerap diposisikan sebagai “metode penelitian”. Contoh dalam ujian skripsi/tesis, mahasiswa diuji ditanya “penelitian Anda memakai metode apa?”, dijawab “metode kualitatif”. Ketika pertanyaan dilanjut: “Pendekatan penelitiannya memakai pendekatan apa?”, jawabnya: “pendekatan kualitatif”. Jumbuh antara “metode” dan “pendekatan. Terkadang juga ditemui saat mahasiswa ditanya “metode penelitian Anda memakai metode apa”, dijawab “metode deskriptif”. Padahal “deskriptif” itu menyangkut tipe penelitian, bukan metode penelitian. Atas dasar kesemrawutan tersebut, dalam kesempatan ini penulis tawarkan versi sistematika yang mencoba memperjelas perbedaan dan peruntukan konsep-konsep tersebut pemberlakuannya di dalam penelitian komunikasi. Penulis tidak bermaksud mengklaim versi ini yang paling benar. Paling tidak, penulis menawarkan versi sistematika semacam ini. Dalam penelitian komunikasi, terdapat banyak macam metode yang disediakan untuk dijadikan pilihan. Jumlah macamnya terbilang banyak. Mungkin hal ini sebagai akibat dari sifat multi disiplinernya ilmu Komunikasi, yang sangat terbuka dan memperoleh masukan dari banyak disiplin ilmu. Dari segi tipe penelitiannya, penelitian komunikasi juga menyediakan banyak pilihan. Mulai dari tipe eksploratif, tipe desktiptif, tipe asosiatif, tipe eksplanatoris, tpe komparatif, tipe evaluatif, hingga tipe interpretif. Berkait paradigma penelitian juga terbilang lengkap; mulai paradigma alamiah, paradigma ilmiah, paradigma pos strukturalisme, juga tiga macam paradigma versinya Guba dan Lyncoln yakni paradigma klasik, paradigma kritis dan paradigma konstruktivis. Semua paradigma itu biasa terpakai dalam penelitian komunikasi. Berkait metode penelitiannya, dalam penelitian komunikasi dangat banyak pilihan. Dalam buku ini penulis memperkenalkan 11 macam metode, beberapa terpaksa tidak bisa penulis sertakan karena keterbatasan ruang.
PRAKATA v
DAFTAR ISI vii
BAB 1. FENOMENA KOMUNIKASI SEBAGAI OBJEK PENELITIAN 1
A. Unsur-unsur Komunikasi 1
B. Konteks/Level Komunikasi 3
C. Metode-metode Penyelenggaraan Komunikasi 5
D. Bidang-bidang Komunikasi 7
BAB 2. ASPEK-ASPEK METODOLOGIS DALAM PENELITIAN KOMUNIKASI 11
A. Macam-macam Kegunaan Penelitian Komunikasi 11
B. Macam-macam Paradigma Penelitian 13
C. Macam-macam Pendekatan Penelitian 22
D. Macam-macam Metode Penelitian 24
E. Macam-macam Tipe Penelitian 25
F. Macam-macam Teknik Sampling 27
G. Macam-macam Sumber Data, Jenis Data dan Pengumpulan Data 28
BAB 3. METODE EKSPERIMENTAL 33
BAB 4. METODE SURVEY 41
BAB 5. METODE STUDI KASUS 47
BAB 6. METODE ANALISIS ISI 53
BAB 7. METODE ANALISIS JARINGAN KOMUNIKASI 65
BAB 8. METODE ANALISIS SEMIOTIK 75
BAB 9. METODE ANALISIS WACANA KRITIS 97
BAB 10. METODE ANALISIS FRAMING 111
BAB 11. METODE STUDI RESEPSI 119
BAB 12. METODE ETNOGRAFI DAN NETNOGRAFI 125
BAB 13. METODE AUDIT KOMUNIKASI 135
DAFTAR PUSTAKA 143
INDEKS 145
PROFIL SINGKAT PENULIS 148