Buku ini menganalisis bagaimana aktor politik melakukan presentasi diri melalui dua panggung depan (frontstage) dan backstage yaitu dikehidupan nyata dan media sosial. Poin-poin utamanya: kehidupan nyata, actor politik melakukan impression management dengan sangat terampil melalui pengelolaan penampilan, setting, dan interaksi untuk menciptakan kesan sesuai narasi yang diinginkan. Di media sosial, presentasi diri dilakukan secara terorganisir dengan bantuan “kru panggung”. Platform ini memberikan beberapa keunggulan: 1) Kontrol lebih besar atas narasi melalui pemilihan konten, 2) Interaksi langsung dengan audiens, 3) Penyebaran pesan yang lebih luas dan cepat. Sementara di backstage, simbol-simbol politik tidak digunakan, Temuan penting dalam buku ini meliputi: 1) Peran kru panggung dalam mentransformasi ide actor politik ke media sosial, 2) Pergeseran dari public sphere ke virtual sphere, 3) Adanya dua frontstage.