Buku Otonomi Daerah dalam Perspektif Teori dan Praktik di Indonesia menyajikan kajian komprehensif mengenai dinamika desentralisasi dan otonomi daerah dalam kerangka sistem pemerintahan modern, baik di negara federal maupun negara kesatuan. Mengacu pada karya orisinal Decentralization oleh Brian C. Smith, buku ini tidak hanya menerjemahkan gagasan penting dalam studi pemerintahan, tetapi juga merelevansikannya secara kritis ke dalam konteks Indonesia pascareformasi. Melalui pendekatan teoritis dan empiris, buku ini mengulas ragam bentuk desentralisasi—politik, administratif, fiskal—beserta konsekuensinya terhadap akuntabilitas, partisipasi publik, dan efisiensi tata kelola. Dibahas pula bagaimana negara-negara seperti Amerika Serikat, India, Malaysia, dan Kanada menerapkan prinsip federalisme, serta bagaimana Indonesia sebagai negara kesatuan membangun sistem desentralisasi yang relatif maju, meskipun tetap menghadapi tantangan struktural dan kultural. Dalam bab-bab utamanya, pembaca diajak memahami: Perbedaan konseptual antara devolusi dan dekonsentrasi; Teori-teori normatif mengenai demokrasi lokal dan manfaat pendidikan politik; Perbandingan sistem federal dan kesatuan dalam pengelolaan pluralitas dan integrasi nasional; Kompleksitas hubungan antar-pemerintahan dan mekanisme keuangan pusat-daerah; Peran institusi lokal dalam menjembatani kepentingan masyarakat dan negara. Buku ini sangat relevan bagi mahasiswa, peneliti, akademisi, birokrat, dan pengambil kebijakan yang ingin memahami lebih dalam persoalan otonomi daerah, baik secara teoritis maupun praktis. Dengan gaya penyajian yang sistematis dan argumentatif, karya ini menjadi referensi penting dalam studi ilmu pemerintahan, administrasi publik, dan kebijakan desentralisasi di Indonesia maupun negara-negara berkembang lainnya.
PRAKATA v
DAFTAR ISI xi
Bab 1 PENDAHULUAN 1
A. Pengantar Konsep 1
B. Relasi Konseptual antara Desentralisasi dan Otonomi Daerah 3
C. Sentralisasi dan Desentralisasi dalam Praktik Pemerintahan: Mencari Titik Keseimbangan 15
D. Konsep dan Teori Sentralisasi 17
E. Dampak Positif dan Negatif Sentralisasi di Indonesia 19
F. Konsep dan Teori Desentralisasi di Indonesia 21
Bab 2 MEMAHAMI DESENTRALISASI: TEORI DAN PRAKTIK 27
A. Memahami Desentralisasi: Teori, Praktik, dan Relevansi Bagi Negara Berkembang 29
B. Manfaat Desentralisasi: Akuntabilitas, Responsivitas, dan Tantangan dalam Konteks Negara Berkembang 31
C. Tantangan dan Prasyarat Keberhasilan Desentralisasi 33
D. Desentralisasi, Konflik, dan Pembagian Kekuasaan: Antara Akomodasi dan Risiko Baru 36
Bab 3 DEMOKRASI DAN MANFAAT OTONOMI MENURUT B. C. SMITH 39
A. Pendidikan Politik 40
B. Latihan dalam Kepemimpinan Politik 43
C. Stabilitas Politik 44
D. Kesamaan Politik 45
E. Pertanggungan Jawab 48
Bab 4 JENIS-JENIS DESENTRALISASI: SUATU TINJAUAN KONSEPTUAL DAN PRAKTIS 57
A. Bentuk Bentuk Desentralisasi 57
B. Memahami Desentralisasi: Konsep, Definisi, dan Dimensi Desentralisasi 59
C. Keberagaman Etnis dan Tantangan Desentralisasi Politik dan Administratif 65
D. Kesenangan kepemimpinan 103
E. Syarat-Syarat Teknis 104
F. Daerah-Daerah Secara Sosial Berbeda 105
Bab 5 KEBUTUHAN-KEBUTUHAN ADMINISTRATIF DAN TUNTUTAN POLITIK 69
A. Pengantar 69
B. Tekanan-Tekanan untuk Desentralisasi 70
C. Peran Lembaga Daerah dalam Perencanaan Ekonomi dan Administrasi Publik 76
D. Tanggapan Kelembagaan terhadap Tekanan Desentralisasi dan Daerahisme 77
E. Federalisme (Paham Federal) 80
F. Kesimpulan 85
Bab 6 DAERAH, MASYARAKAT DAN EFISIENSI 87
A. Pengantar 87
B. Masyarakat 90
C. Efisiensi 95
D. Kesenangan Kepemimpinan 101
E. Syarat-Syarat Teknis 102
F. Daerah-Daerah Secara Sosial Berbeda 103
Bab 7 HUBUNGAN ANTAR PEMERINTAHAN 109
A. Pengantar 109
B. Desentralisasi yang Terstruktur 114
C. Desentralisasi dan Pelayanan Publik: Konsep, Model, dan Implikasinya 118
D. Desentralisasi dan Pelayanan Publik: Dinamika Tujuan, Manfaat, dan Standarisasi 120
E. Dampak Desentralisasi terhadap Pelayanan Publik 124
F. Dampak Positif dan Negatif Desentralisasi terhadap Pelayanan Publik 126
Bab 8 UKURAN WILAYAH PEMERINTAH DAERAH 129
A. Partai Politik 130
B. Struktur Sistem Pemerintahan Daerah 131
C. Undang-Undang dan Administrasi 132
D. Pendekatan Politik Masyarakat 134
E. Kesimpulan 138
Bab 9 MEMBIAYAI PEMERINTAHAN YANG DIDESENTRALISIR 141
A. Pengantar 141
B. Sumber-Sumber Pajak 143
C. Implikasi Dana Bantuan 147
D. Perubahan Tren Pasca-Resesi 148
E. Kesimpulan 153
Bab 10 SEJARAH OTONOMI DI INDONESIA 155
A. Pendahuluan 155
B. Otonomi Daerah pada Masa Orde Lama (1945–1965) 158
C. Otonomi Daerah pada Masa Orde Baru (1966–1998) 163
D. Otonomi Era Reformasi dan Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 167
E. Masa Orde Baru: 169
F. Era Reformasi dan UU No. 22/1999: 170
G. Evaluasi Pelaksanaan UU No. 22 Tahun 1999 dan Peralihan ke UU No. 32 Tahun 2004 170
H. Otonomi Daerah pada Masa Reformasi (1998–Sekarang) 172
I. Evaluasi Implementasi Otonomi Daerah: Keberhasilan dan Tantangan 178
J. Rekomendasi Kebijakan untuk Mengatasi Tantangan Pelaksanaan Otonomi Daerah 180
K. Perbandingan Sistem Hukum dan Pendekatan terhadap Otonomi Daerah Antar Orde 182
L. Contoh Dampak Perubahan Paradigma Otonomi Daerah di Indonesia 188
M. Analisis Kritis Keberlanjutan Kebijakan Otonomi Daerah di Indonesia 190
N. Penutup 192
Bab 11 IMPLEMENTASI OTONOMI DAERAH DI INDONESIA 195
A. Pendahuluan 195
B. Kerangka Hukum dan Kelembagaan Otonomi Daerah 197
C. Dinamika Implementasi di Tingkat Daerah 200
D. Tantangan dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah 205
E. Dampak Otonomi Daerah terhadap Pelayanan Publik dan Pembangunan 210
F. Evaluasi dan Prospek Penguatan Otonomi Daerah 216
G. Penutup 220
Bab 12 MASA DEPAN OTONOMI INDONESIA: PROYEKSI IMPLEMENTASI OTONOMI DALAM ERA DIGITAL DAN TANTANGAN GLOBAL 223
A. Pendahuluan 223
B. Kondisi Otonomi Daerah Saat Ini 224
C. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Masa Depan Otonomi 225
D. Proyeksi Masa Depan Otonomi Indonesia (2025-2045) 227
E. Model Otonomi Masa Depan 229
F. Implikasi Kebijakan 230
Bab 13 CATATAN AKHIR: TEORI DAN PRAKTIK OTONOMI 231
DAFTAR PUSTAKA 235
GLOSARIUM 247
INDEKS 251
PROFIL PENULIS 254