Buku ini mengkaji peran organisasi kesukuan etnis Melayu dan Pakpak dalam membangun komunikasi politik berbasis budaya lokal pada Pemilu 2024 di Kota Medan. Dengan pendekatan kualitatif dan teori konstruksi sosial, penulis mengungkap bagaimana pesan politik, simbol budaya, dan identitas etnis dimanfaatkan untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat. Buku ini menjadi refleksi penting atas dinamika komunikasi politik di kota multikultural dan relevan bagi akademisi, praktisi politik, dan pemerhati budaya yang ingin memahami strategi komunikasi yang inklusif dalam konteks demokrasi Indonesia.