PEMUPUKAN SPESIFIK LOKASI PADA TANAMAN PADI, JAGUNG, DAN KEDELAI DI JAWA TIMUR



Cetak:

Ebook: Rp 59.000,-

Zainal Arifin, Catur Hermanto, Gunawan, Amik Krism
Pertanian Peternakan
978-979-796-711-6 / e-ISBN 978-979-796-712-3
2022
195
pertama
16 x 23 cm
2


Sinopsis Buku

Lahan pertaniandi Jawa Timur mempunyai tingkat kesuburan tanah dengan status hara berbeda sehingga diperlukan pemupukan secara berimbang dan spesifik lokasi. Pemupukan berimbang adalah pemberian pupuk ke dalam tanah untuk mencapai status semua hara esensial seimbang dan optimum dalam tanah sehingga mampu meningkatkan produksi dan mutu hasil padi, jagung dan kedelai, meningkatkan efisiensi pemupukan dan kesuburan tanah serta menghindari pencemaran lingkungan. Pemupukan berimbang tidak harus menggunakan semua jenis pupuk, dan sumber hara dapat berupa pupuk tunggal, pupuk majemuk, atau kombinasi keduanya, termasuk pupuk organik.Efisiensi pemupukan tidak hanya berperan penting dalam meningkatkan produksi dan pendapatan usahatani padi, jagung dan kedelai, juga terhadap keberlanjutan sistem produksi, kelestarian lingkungan, dan penghematan sumberdaya energi.

Penggunaan pupuk bersubsidi yaitu Urea, SP-36, ZA, NPK dan Organik agar dapat digunakan secara efisien, efektif dan tepat sasaran dengan pemupukan berimbang spesifik lokasi berdasarkan rekomendasi pemupukan spesifik lokasi pada padi, jagung dan kedelai. Rekomendasi pemupukan spesifik lokasi pada tanaman padi, jagung dan kedelaidapat membantu dalampenetapan alokasi pupuk bersubsidi untuk masing-masing kelompok tani per kecamatan dalam penyusunan e-RDKK. Untuk itu, diperlukan komitmen dan peran aktif semua pihak yang terkait dalam pengawalan dan pengawasannya, sehingga ketersediaan pupuk bersubsidi dapat terjamin secara tepat jumlah, jenis, waktu, tempat, mutu dan harga. 


 

Daftar isi

Kata Pengantar - v
Prakata - vii
Daftar Isi - ix
Daftar Tabel - xiii
Daftar Gambar - xxiii
Bab 1 Pendahuluan - 1
Bab 2 Pupuk dan Sistem Produksi - 5
1. Serapan dan Suplai Hara - 8
2. Peranan Pupuk Organik - 11
3. Peranan Pupuk Anorganik - 14
Bab 3 Prosedur Penetapan Kebutuhan Pupuk - 17
1. Bagan Warna Daun (BWD) - 20
2. Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) - 22
3. Rekomendasi Pemupukan - 23
4. Berdasarkan Uji Petak Omisi - 26
5. Pemupukan Hara Spesifik Lokasi (PHSL) - 27
Bab 4 Implementasi Pemupukan Padi, Jagung, Kedelai - 29
1. Tanaman Padi Sawah - 30
2. Tanaman Jagung - 35
3. Tanaman Kedelai - 37
Bab 5 Rekomendasi Pemupukan Padi, Jagung dan Kedelai - 41
1. Kabupaten Pacitan - 42

2. Kabupaten Ponorogo - 45
3. Kabupaten Trenggalek - 48
4. Kabupaten Tulungagung - 51
5. Kabupaten Blitar - 54
6. Kabupaten Kediri - 57
7. Kabupaten Malang - 60
8. Kabupaten Lumajang - 65
9. Kabupaten Jember - 68
10. Kabupaten Banyuwangi - 72
11. Kabupaten Bondowoso - 75
12. Kabupaten Situbondo - 78
13. Kabupaten Probolinggo - 81
14. Kabupaten Pasuruan - 84
15. Kabupaten Sidoarjo - 88
16. Kabupaten Mojokerto - 91
17. Kabupaten Jombang - 94
18. Kabupaten Nganjuk - 97
19. Kabupaten Madiun - 100
20. Kabupaten Magetan - 103
21. Kabupaten Ngawi - 105
22. Kabupaten Bojonegoro - 108
23. Kabupaten Tuban - 112
24. Kabupaten Lamongan - 115
25. Kabupaten Gresik - 119
26. Kabupaten Bangkalan - 122
27. Kabupaten Sampang - 125
28. Kabupaten Pamekasan - 128
29. Kabupaten Sumenep - 130
30. Kota Kediri - 133
31. Kota Blitar - 135
32. Kota Malang - 137
33. Kota Probolinggo - 139

34. Kota Pasuruan - 141
35. Kota Mojokerto - 142
36. Kota Madiun - 144
37. Kota Batu - 146
38. Kota Surabaya - 148
Bab 6 Penutup - 153
Daftar Pustaka - 155
Indeks - 163
Profil Penulis - 165