Tata Cara Penangkapan & Penahanan

Rp 12.600,-
Kuffal SH.
Hukum
979-3602-55-4
2005
110
Pertama
13 x 18

Sinopsis Buku

P ada umumnya para pembaca telah memaklumi bahwa tindakan upaya paksa dalam bentuk penangkapan dan penahanan pada hakekatnya, dapat digolongkan sebagai tindakan yang melanggar hak asasi manusia (HAM) yaitu sebagai tindakan perampasan kebebasan manusia. Namun demikian apabila tindakan penangkapan dan penahanan itu dilakukan oleh Pejabat Penegak Hukum berdasarkan undang-undang yang berlaku, maka tindakan upaya paksa tersebut tidak dapat dikualifikasikan sebagai pelanggaran terhadap HAM. Sejak tanggal 31 Desember 1981 mengenai tata cara dan persyaratan untuk melakukan tindakan penangkapan dan penahanan telah diatur dalam Hukum Acara Pidana yang diberi nama Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana atau terkenal dengan singkatan KUHAP untuk menggantikan Hukum Acara Pidana warisan Kolonial yang terkenal dengan nama HIR (Het Herziene Inlandsch Reglement). Akan tetapi menurut kenyataan yang berlaku dewasa ini masih ada peraturan perundang-undangan di luar KUHAP yang juga mengatur tentang tata cara dan atau persyaratan penangkapan dan atau penahanan yang diberlakukan secara khusus untuk para pejabat tertentu antara lain sebagai berikut :
1.    UU No. 13 Tahun 1970 Tentang Tata Cara Tindakan Kepolisian Terhadap Anggota-Anggota/Pimpinan MPR Sementara Dan DPR Gotong Royong;
2.    UU No. 5 Tahun 1973 Tentang Badan Pemeriksa Keuangan, pada pasal 15 mengatur tentang tata cara penangkapan dan penahanan terhadap anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK);
3.    UU No. 14 Tahun 1985 Tentang Mahkamah Agung, pada pasal 17 mengatur tentang tata cara penangkapan dan penahanan Ketua, Wakil Ketua, Ketua Muda dan Hakim Anggota Mahkamah Agung;
4.    UU No. 2 Tahun 1986 Tentang Peradilan Umum, pada pasal 26 mengatur tentang tata cara penangkapan dan penahanan Ketua, Wakil Ketua dan Hakim Pengadilan;
5.    UU No. 22 Tahun 2003 Tentang Susunan Dan Kedudukan MPR, DPR, DPD dan DPRD, pada pasal 106 mengatur tentang tata cara penyidikan terhadap anggota MPR, DPR, DPD dan DPRD;
6.    UU No. 16 Tahun 2004 Tentang Kejaksaan Republik Indonesia, pada pasal 8 mengatur tentang tata cara penangkapan dan penahanan terhadap Jaksa;
7.    UU No. 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah, pada pasal 36 mengatur tentang tata cara penangkapan dan penahanan terhadap Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah;
    Penyajian tulisan ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran kepada warga masyarakat, bahwa meskipun Bangsa Indonesia sudah memiliki KUHAP yang antara lain mengatur tetang proses penyidikan yang di dalamnya mencakup ketentuan tentang tata cara dan persyaratan mengenai tindakan penangkapan dan penahanan, namun dalam kenyataannya di luar KUHAP masih terdapat ketentuan-ketentuan secara tersebar dalam berbagai undang-undang yang juga mengatur tentang tata cara dan persyaratan untuk melakukan tindakan penangkapan dan penahanan terhadap para pejabat tertentu yang terkait dengan tindak pidana.
 

Daftar isi

Kata Pengantar                            iii
Daftar Isi                                    ix
BAB     I     PENANGKAPAN
        Persyaratan Penangkapan             4
        Penangkapan Tersangka dalam
        Keadaan Tertangkap Tangan             8
        Penangkapan untuk Kepentingan
        Penuntutan dan Peradilan             16
BAB     II     PENANGKAPAN TERHADAP
            PIMPINAN/ANGGOTA MPR/DPR/DPRD             19
BAB     III     KETENTUAN TENTANG PENANGKAPAN
            DAN PENAHANAN TERHADAP
            BEBERAPA PEJABAT TERTENTU
        Penangkapan dan Penahanan
        Terhadap Anggota Badan Legislatif            29
        Penangkapan dan Penahanan
        Terhadap Kepala Daerah dan
        Wakil    Kepala Daerah              35
        Penangkapan dan Penahanan
        Terhadap Pimpinan dan
        Hakim Mahkamah Agung             41
        Penangkapan dan Penahanan
        Terhadap Jaksa                     42
        Penangkapan dan Penahanan
        Terhadap Pimpinan dan
        Hakim Pengadilan                 44
        Penangkapan dan Penahanan
        Terhadap Anggota Badan
        Pemeriksa Keuangan             45
        Penangkapan dan Penahanan
        Dalam Perkara Tindak Pidana
        Terorisme                         46
BAB     IV     PENAHANAN  20
        Tindakan Penahanan             51
        Pejabat yang Berwenang
        Melakukan Penahanan             51
        Persyaratan Penahanan             52
        Bukti yang Cukup                54
        Surat Perintah Penahanan            55
        Jenis Penahanan                 61
        Pengalihan Jenis Penahanan             67
        Penangguhan Penahanan             69
        Jaminan Penangguhan Penahanan             72
        Jangka Waktu Penahanan            75
        Permasalahan Terjadinya Kelebihan
        Masa Penahanan                90
BAB     V    KESIMPULAN                     97
Daftar Pustaka                              103