Meluruskan Kiblat Bangsa

Rp 66.500,-
Dr. Biyanto M.Ag
Agama Islam
978 - 979 - 796 - 323 - 1
2015
210
Pertama
15,5 x 23
55

Sinopsis Buku

Buku ini diberi judul Meluruskan Kiblat Bangsa dengan merujuk pada salah satu artikel yang pernah dimuat Koran Sindo. Disamping itu, penulis juga terinspirasi pemikiran yang berulang kali diutarakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2015, Prof. Dr. Din Syamsuddin, MA.
Dalam berbagai kesempatan, beliau menganjurkan agar bangsa ini kembali ke jalur yang benar. Salah satu caranya, elit negeri ini harus menyatukan kata dengan perbuatan. Tegasnya, elit negeri ini harus benar-benar berintegritas. Tausiah Pak Din terasa sangat relevan karena sempat terjadi fenomena “kebohongan publik” sehingga mengundang perhatian sejumlah elit agama dan guru bangsa.
Pemimpin publik negeri ini juga harus bekerja dengan berorientasi pada prestasi, bukan sekedar pencitraan. Meminjam istilah dalam sosiologi, hidup memang seharusnya berorientasi pada prestasi (achievement orientation). Berdasarkan prestasi itulah seseorang akan dikenang generasi sesudahnya. Dengan demikian persoalan siapa dia tidak begitu penting. Yang terpenting adalah apa prestasi yang sudah dicapainya.
Karena itulah ajakan untuk bekerja dengan semangat mengabdi pada bangsa dan negara harus terus digelorakan. Untuk mencapai itu semua, jelas dibutuhkan niatan yang lurus sehingga amanah konstitusi dapat ditegakkan. Itu berarti seluruh elemen harus meluruskan arah perjuangan bangsa untuk melunasi janji yang dicita-citakan the founding fathers negeri tercinta.
Beberapa topik yang dibahas buku ini jelas membincangkan persoalan bangsa. Tetapi karena buku ini merupakan bunga rampai pemikiran penulis dalam berbagai suasana, maka seyogyanya pembaca memahami sesuai dengan konteksnya. Penulis menyadari bahwa sangat mungkin ada beberapa topik yang kini sudah kehilangan relevansi. Sementara ada juga topik yang hingga kini masih relevan sehingga terus diperbincangkan publik.


Daftar isi

Pengantar Prof. Dr. Syafiq A. Mughni, MA • vii
Pengantar Penulis • xiii
Daftar Isi • xvii

BAB I    
Menyoal Moralitas Bangsa • 1
1.    Buta Aksara Moral • 3
2.    Meluruskan Kiblat Bangsa • 7
3.    Bergaji Tinggi Tapi Korupsi • 11
4.    Plagiarisme dan Moral Keilmuan • 15
5.    Intelektual dan Kekuasaan • 19
6.    Susahnya Menjadi Bangsa yang Jujur • 23
7.    Saat Akil (Makan) Kemaruk • 27
8.     Romli Effect untuk Integritas Kemenag • 31
9.    Pemberantasan Korupsi Melalui Pendidikan • 35
10.    Cendekiawan Pejuang Antikorupsi • 39
11.    Mendengar Koreksi RUU Ormas • 43
12.    Memperkuat Pilar Civil Society • 47

BAB  II    
Beragama Minus Kasalehan • 51
1.    Memoderasi Pemikiran Islam • 53
2.    Berdamai Dengan Perbedaan • 57
3.    Menjauhi Paradoks Ramadan • 61
4.    Mudik ke Kampung Rohani • 65
5.    Haji, Laksana Pertunjukan Akbar • 69
6.    Berdakwah Seharusnya Nirkekerasan • 73
7.    Mewaspadai Virus ISIS • 77
8.    Kampus dan Deradikalisasi • 81
9.    Start Surabaya Bebas Prostitusi • 85
10.    Amal Intelektualisme Buya Syafi'i  • 89
11.    Menumbuhkan Kesadaran Multikulturalisme • 93
12.    Oase Gerakan Filantropi • 97

BAB  III    
Moralitas Dalam Berpolitik • 101
1.    Tatkala Ulama Terbelah • 103
2.    Imaginasi Politik Islam • 107
3.    Kisruh PPP dan Masa Depan Partai Islam • 111
4.    Budaya Plutokrasi • 115
5.    Politik Dinasti dan Kisah Adam • 119
6.    Bangun Koalisi Mengusung Figur Alternatif • 123
7.    Tiada Lawan Abadi dalam Politik • 127
8.    Budaya Kontrak Politik • 131
9.    Kaum Muda dan Siklus 20 Tahunan • 135
10.    Selamatkan Peradaban Mesir • 139
11.    Akhlak Pemimpin Publik • 143
12.    Hijrah dari Pencitraan ke Kerja  • 147
13.    Spirit Kemandirian Muhammadiyah  • 151
14.    Dari Purifikasi Agama ke Purifikasi Sosial  • 155
15.    Meneguhkan Ideologi Muhammadiyah  • 159

BAB  IV     
Meniscayakan Pendidikan Holistik • 163
1.    PR Pendidikan Nasional • 165
2.    Kurikulum Baru dan Guru Inspiratif • 169
3.    Mengawal Start Kurikulum Kapal Nuh • 165
4.    Mengevaluasi Implementasi Kurikulum • 169
5.    Menyongsong Ujian Nasional • 173
6.    Menyoal Kredibilitas Unas • 177
7.    Ganti Unas Dengan Penilaian Otentik • 181
8.    Urgensi Pendidikan Holistik • 185
9.    Delapan Prinsip Pendidikan Holistik • 189
10.    Spirit Internasional Tanpa RSBI • 193
11.    Gejala Inden Sekolah dan Best Process • 197
12.    Membangun Harapan Melalui Pendidikan • 201
13.    Selamatkan Buah Hati Kita • 205
14.    Spirit Multikulturalisme Piala Dunia • 209
15.    Harapan untuk Kementerian Ristek dan Dikti • 213
16.    Memuliakan Profesi Guru • 209
17.    Revitalisasi Fungsi Unas • 213

Sumber Tulisan • 217
Biodata Penulis • 221