Era Baru Gerakan Muhammadiyah

Rp 35.000,-
Pradana Boy ZTF, MA
Sosial & Populer
978-979-796-058-2
2008
223
Pertama
15 x 23 cm
170

Sinopsis Buku

Selama lebih dari setengah abad, reputasi Muhammadiyah sebagai gerakan Islam modernis, nyaris tak tertandingi. Namun, setidaknya dua dasa warsa ini, banyak pengamat menilai Muhammadiyah mengalami stagnasi dalam pembaruannya. Dalam pandangan sebagian pengamat, salah satu yang menyebabkan agenda utamanya menjadi terbelakang, adalah akibat tarikan-tarikan hal praktis seperti pengelolaan amal usaha yang relatif menyita waktu dan keterjebakan pada politik kekuasaan. Aspek pembaruan pemikiran dan kehidupan sosial yang dahulu aktif dilakukan, sekarang ini hanya diawetkan dengan memelihara rutinitas organisasi dan warisan masa lalu. Padahal, dalam sebuah aktivisme sosial memerlukan juga kerangka teoretik yang harus senantiasa diperbaharui. Tentu saja agar praktik sosial itu tidak berhenti, tepat sasaran, dan tidak menjadi rutinitas yang hampa makna.

 

Sebagian orang menyadari bahwa kritik itu benar. Tetapi sebagian yang lain menilai kritik itu hanyalah penilaian orang luar yang tidak tahu persis dinamika internal Muhammadiyah. Di tengah situasi ituah muncul harapan agar Muhammadiyah mampu mengembalikan ruh tajdidnya untuk mencerahkan peradaban dan membebaskan problem kemanusiaan. Kalau boleh disebut, yang selama ini banyak tumbuh di Muhammadiyah adalah Jilid I (amal usaha) dan Muhammadiyah Jilid II (politik praktis). Sedangkan Muhammadiyah Jilid III bertumpu pada intelektualitas dan keberpihakan pada kaum tertindas, sangat jarang tampak. Maka, Muhammadiyah Jilid Ketiga inilah yang harus tumbuh dan menjadi kesadaran kolektif pada saat ini.Buku ini merupakan refleksi awal membangun “Muhammadiyah Jilid Ketiga” itu.

Daftar isi

PENGANTAR EDITOR • v
PENGANTAR MOESLIM ABDURRAHMAN • xi
DAFTAR ISI • xxi

BAB I
IKHTIAR REINTELEKTUALISASI MUHAMMADIYAH
1.    Menyongsong Muhammadiyah Jilid Ketiga (A. Fuad Fanani) • 3
2.    Rethinking Tajdid Gerakan Muhammadiyah (Subhan Setowara) • 9
3.    Kebangkitan Intelektual Muda Muhammadiyah (Andar Nubowo) • 13
4.    Bangkitnya Second Muhammadiyah (Zuly Qodir)  • 17
5.    Second Muhammadiyah (Deliar Noer)  • 21
6.    Intelektual Sebagai Agen Perubahan
    (Pradana Boy ZTF)  • 27
7.    Agama sebagai Konsep Kognitif (Kuntowijoyo) • 33
8.    Memahami Gelisah Orangtua (Imam Subkhan) • 41
9.    JIMM: Sebuah Teks Multitafsir (Pradana Boy ZTF) • 47

BAB II
MUHAMMADIYAH DAN REFORMULASI TEOLOGI KAUM TERTINDAS
1.    Mencari Sentimen Baru Ber-Muhammadiyah (Said Ramadhan) • 55
2.    Muhammadiyah  sebagai Agen ’Welfare Society’ (Suharko) •  61
3.    Mustadl’afin sebagai Kategori Sosial (Zainuddin Maliki) • 71
4.    Ber-Islam Secara Kritis, Memihak Kaum Mustadl’afin, Membumikan Tuhan di Ranah Praksis (Zuly Qodir) • 81
5.    Mustadl’afin dan Kaum Proletar dalam Elitisme Pengingkaran Tuhan (A. Munir Mulkhan) • 97
6.    Kontekstualisasi Surat al-Ma’un: Kendala Tradisi dan Pengembangan Makna untuk Pelayanan dalam Islam (Hamim Ilyas) • 105
7.    Dari Teologi Mustadl’afin Menuju Fiqih Mustadl’afin (A. Najib Burhani) • 113
8.    Pemihakan Kepada “The New Mustadl’afin” (Imam Cahyono) • 117
9.    Berteologi Melawan Kemiskinan
    (Subhan Setowara) • 123

BAB III
AGAMA, GLOBALISASI, DAN NEO-LIBERALISME
1.    Peran Pemimpin Religius dalam Proses Transformasi Sosial (Nasikun) • 131
2.    Peran Kecendekiawanan dalam Pengembangan IPTEK Di Era Globalisasi Ultraliberalisme (Nasikun) • 143
3.    Tiga Pemikiran Mengenai Perlawanan terhadap Hegemoni Kapitalisme (Muhadi Sugiono) • 159
4.    Globalisasi, Neo-Liberalisme dan Lokalitas
    (Arie Sujito) • 167

APPENDIKS :
INTELEKTUALISME BARU DALAM SOROTAN
1.    Membebaskan Teks, Meruntuhkan Hegemoni • 177
2.    Muhammadiyah Buktikan Intelektualitas Lewat JIMM
    • 181
3.    LAISA MINNA, Mereka bukan golongan kami: Jejak Liberalisme, Pluralisme, Inklusivisme di Muhammadiyah
    • 183
4.    Intelektual Muda dan Kesiapan Menerima Perbedaan
     • 189
5.    Tiga Pilar JIMM  • 195
6.    Intelektualitas Untuk Praksis  • 201
7.    Seumur Jagung yang Disorot • 205
8.    Kelahirannya Tanpa Deklarasi • 207
9.    Dianggap Liberal, “JIMM Diadili” • 211

BIODATA PENULIS • 213
BIODATA EDITOR • 217